Biaya Haji Allah yang Bayar

haji furoda

Menunaikan ibadah haji yang merupakan bagian dari melengkapi kesempurnaan rukun islam, adalah dambaan setiap muslim. Diberi kesempatan untuk beribadah langsung di dua tanah sucinya ummat islam tentu kenikmatan luar biasa. Saat kesempatan itu hadir, Allah telah memampukan kita dengan caranya yang tak disangka-sangka. Maka tak hanya doa yang selalu terucap setiap saat, ikhtiar pun harus dilakukan.

Banyak sekali cerita yang sampai di telinga kita tentang bagaimana Allah mampukan orang-orang terpilihnya untuk bisa datang dan menunaikan ibadah haji. Ada yang melalui tangan orang lain atau bahkan ada yang memang dari usaha kerasnya sendiri. Bagaimana seorang nenek yang ikhtiar menabung puluhan tahun akhirnya bisa menunaikan ibadah haji bersama suaminya. Atau bagaimana senangnya seorang anak yang hafidz quran bisa memboyong serta kedua orang tuanya karena mendapat jalur undangan haji dari kerajaan Saudi. Allah selalu punya cara terbaik bagi kita hambanya.

Doa tak pernah putus dalam setiap sholat, orang tua pun bahkan mendoakan kemudahan untuk kita agar dimudahkan untuk melaksanakan ibadah haji. Ikhtiar dengan menabung pun mungkin sudah kita lakukan. Namun yang kadang sering kita lupa adalah bagaimana kita memantaskan diri saat memohon pada Allah agar dimampukan untuk berangkat ke tanah suci. Kita mungkin sering lalai untuk menjalankan perintahnya. Kita pernah abai untuk menyegerakan berbuat kebaikan. Kadang mungkin tak sadar menyakiti orang lain dari lisan kita. Adzan sudah berkumandang tapi kita masih berkutat depan kerjaan. Ada kesempatan untuk berbagi, kita sering melewatkannya. Orang tua meminta kita datang namun kita enggan berkunjung. Lalu kemudian kita minta dimudahkan Allah untuk bisa berangkat haji ke tanah suci? Pantas tak pantasnya kita memohon pada yang maha kuasa, memang hanya Allah yang tahu. Namun alangkah baiknya jika kenudian doa itu diiringi dengan perbuatan yang bisa memantaskan kita menjadi bagian dari undangan yang Allah siapkan bagi hamba pilihanNya.

paket haji furoda
Lalu mengapa orang-orang yang juga tak memperlakukan kedua orang tuanya dengan baik tapi bisa berangkat haji? Mengapa orang yang menurut kita tak berkelakuan baik bisa menunaikan ibadah haji? Allah tentu puya maksud lain yang kita tak tahu. Allah punya cara lain untuk mengingatkan kita dengan cara terbaiknya. Lalu mengapa kita mempermasalahkan dan mempertanyakan itu pada Robb pemilik alam ini? Mengapa tak lantas kita perbaiki segala daya dan upaya agar Allah berkenan mengabulkan permintaan kita?

Saat hati ini berserah pada setiap rencana yang Allah siapkan untuk kita, mudah bagi Allah untuk membolak-balikkan keadaan. Seperti yang kita ketahui, tak semua doa kita langsung diijabah Allah. Doa yang tertunda untuk dipenuhi, bukan tidak mungkin kita diberi kesempatan untuk memperbaiki diri lagi. Bila kemudian doa kita ditangguhkan, bukan tidak mungkin Allah sayang pada kita agar saat kita pergi menunaikan haji nanti, hati kita telah berserah sepenuhnya pada Allah.

Menunaikan ibadah haji adalah keinginan kita semua, namun percayalah, Allah yang akan menjamin kemudahan keberangkatan kita. Menabung secara materi saja kadang tak cukup, namun dengan doa yang tak putus dan ikhtiar untuk terus memperbaiki diri semoga Allah mampukan kita berangkat haji ke tanah suci dengan biaya yang telah Allah siapkan untuk kita. Allah itu dekat bila kita mendekat. Maka, sudahkan seberapa dekatkah kita pada Rabb sang pemilik jiwa?

Tak inginkah kita berangkat haji tahun ini ? Sambil berdoa dan ikhtiar, silahkan kunjungi website travel haji terpercaya sebagai pendamping ibadah kita di http://royalindonesia.co.id

(Visited 21 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*