Peluang Bisnis Ku Awali dari Kebutuhan Pakaian Anakku

Semarak Bisnis Online Pakaian Anak
Bisnis Online Pakaian Anak di Medan

Hampir 1 tahun Galeri HQ meramaikan jagad raya bisnis olshop (online shop) di dunia maya. Baru sedikit pengalaman, tapi tak ada salah dibagikan agar mendatangkan manfaat untuk yang lain.

Bicara bisnis, saya sebenarnya tidak pandai berbisnis, menawarkan barang-barang secara langsung. Bahkan sampai sekarang pun ketika berjumpa dengan saudara atau teman tidak bisa saya menawarkan barang-barang dagangan. Dan memang sahabat atau keluarga ada beberapa membeli, lebih banyak orang yang baru dikenal atau memang sahabat saya yang karib.

Dalam kondisi demikian, bisnis tetap menjadi passion saya, sesuatu yg saya gilai untuk dipelajari, belajar dan belajar. Walau tak pandai berjualan secara langsung, tapi sejak sma saya sudah jualan, jadi ingat, dulu jualan coklat, jualan nasi gurih, jualan majalah. Sampai teman ada yg bilang hp yg saya punya pertama sekali waktu itu adalah dari keuntungan berjualan. Lumayan memang, repeat order teman2 akan jajanan coklat itu tinggi. Nah selain itu saya coba juga jualan yang lebih elit majalah remaja dan majalah islami, dahsyat ndak ada promosi langsung, teman banyak yang beli sampai guru laki-laki ada yg beli, itu semua karena promosi teman-teman saya dan pak guru langganan.

Ketika kuliah, dunia bisnis saya tinggalkan, karena perkuliahan di fakultas kedokteran cukup padat ditambah aktivitas organisasi yang saya ikuti. Setelah tamat, tergelitik lagi untuk berbisnis, dimulai dari kebutuhan pulsa yang sering habis, akhirnya saya pun jualan pulsa. Lewat bendera G-EL ponsel (Gemboel Ponsel) dan berjalan hanya 3 tahun. Modal berputar tak kurang dari 10 juta dalam 1 bulan.

Sekarang setelah berkeluarga, keinginan berbisnis kembali mencuat, karena ketidakjelasan pendapatan keluarga ( maklum dua-duanya adalah pegawai tidak-tidak) status nya tidak tetap dan tidak PNS. Dan kami pun menyadari agar bisa semakin bermanfaat untuk orang banyak kami harus mengembangkan diri dengan berusaha perniagaan, tidak banyak yang bisa didapat dari tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Lebih banyak beramal kepada orang-orang yang membutuhkan ilmu dan kepada pasien lebih tepat. Walau ada juga tentunya dokter yang mempunyai pasien banyak yang mempunyai penghasilan banyak tanpa dari keberkahannya mengobati pasien, walau tak pernah mematok tarif. Alasan lain juga karena kondisi anak-anak yang masih kecil yang tidak bisa ditinggal full setiap hari (kecuali akhir pekan) untuk dijaga orang lain, juga kondisi ibunda saya tercinta yang kambuh lagi sakitnya. Akhir nya saya dan suami memberanikan diri dengan modal seadanya untuk memulai bisnis bervisi besar. Berharap ada waktu luang untuk bercengkrama dengan anak, tetap membersamai mereka dalam masa emasnya dan juga membersamai ibunda yang butuh kehadiran anak cucunya, namun saya dan suami tetap produktif.

Nah untuk itu kami pilihlah usaha bisnis online shop. Bisnis yang bisa dikerjakan kapan saja sesuai waktu keluangan kita.

Kami punya visi bisnis jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Untuk visi menengah adalah memiliki ruko di mana lantai 1 jadi praktek dokter, halaman luar jadi bisnis akuarium dan aquascape. Lihat pemandangan ikan dan tanaman air nanti pasien ya sembuh. Hehehe. Dan lantai 2, galeri pakaian nya Galeri HQ. Lantai 3 buat kos-kosan.

Hampir 1 tahun ini kami masih berada di level berdagang, karena semua kami kerjakan sendiri, pegawai tak ada. Pemasaran bagian istri, packing kami kerjakan bersama, dan shipping ke ekspedisi adalah bagian suami.

Tentu peran keluarga sangat membantu, almarhum ayah dulu sering mengantar plastk besar berisi paket dr produsen ke rumah kami. Karena di rumah kami sering tidak ada orang. Jadi paket dikirim ke rumah ayah. Kakak yang suka online, sering menginfokan produsen-produsen yang recomended, harga oke dan amanah.

Aktivitas ini kami jalani bersama, kami sadar benar bahwa berbisnis online membutuhkan profesionalitas agar pelanggan puas. Maka waktu-waktu istirahat pun kadang berkurang. Suami adalah dosen di PTN di medan, sedang saya dosen di PTS dan Dokter di klinik. Tidak setiap hari saya dan suami bekerja. Kadang saya bekerja, suami tidak. Saat kami tidak bekerja kami berbagi tugas. Yap tentunya yang paling utama adalah menjaga anak-anak. Tugas rumah kami kerjakan bersama. Suami tak masalah untuk merapikan maianan anak yg berserakan, menyapu dan mengepel lantai. Selain itu tentunya waktu untuk beribadah, mengikuti pengajian mingguan dan bersosialisasi dengan tetangga menjadi hal prioritas bagi kami. Jadilah packing biasa kami lakukan di malam hari atau di subuh hari. Pengiriman pun biasanya tidak setiap hari. 1 minggu bisa 3-4x Pengiriman. Sehingga saya selalu sampaikan kami tidak bisa melayani Pengiriman cepat. Karena memang orderan juga belum banyak, sehingga belum ada kurir khusus.

Apalagi jika kami akan melakukan perjalanan (sekitar 45 menit naik kereta, kereta itu di medan sebutan untuk sepeda motor), jadi kami harus membawa barang orderan yang banyak bersama perlengkapan kerja dan kebutuhan anak-anak. Penuh deh jok depan dan kadang di tangan pun ada tentengan. Kami jalani ini sebagai ikhtiar kami. Berjumpa dan membersamai orang tua adalah suatu hal yang melapangkan. Melapangkan fikiran dan jalan hidup. Mudah-mudahan dalam perjalanan nanti akan lebih baik.

Kami menyadari, masih banyak kekurangan dan harus belajar lagi. Kami tidak banyak paham tentang internet marketing, sosial media marketing, soft skill and hardskill in selling. Tapi bukan berarti dalam ketidaktahuan dan keterbatasan kami tidak bisa berbuat apa2 kan. Dan kami mengawali bisnis dan mengambil produk dari sesuatu yang kami butuhkan, karena saat ini adalah fase anak-anak bertumbuh maka barang keperluan anak lah yang kami jual, seiring dengan barang yg lain juga ada yang kami jual. Karena peluang bisnis online kami anggap adalah sesuatu yg terbuka lebar, kami menghemat biaya sewa tempat, menghemat biaya pegawai, menghemat waktu kami karena bisa dikerjakan kapan saja.

Ditambah calon konsumen juga banyak datang dari ibu-ibu yang tidak punya cukup waktu untuk berbelanja. Untuk membuat konsumen kembali membeli, kami pun membuat suatu prinsip bahwa walau pun kami melakukan pengiriman barang dari tempat lain, kami sudah pernah melihat dan memegang barang yang dikirim dari tempat lain itu. Sedapat mungkin melayani permintaan Customer.

Bulan februari, kami resmi berbisnis online lewat ‘Galeri HQ Medan’ selama 1 tahun. Kami memulai dari berjualan produk yang kami butuhkan yakni berjualan pakaian syar’i anak. Sangat signifikan penjualan ketika menjelang idul fitri dan idul adha. Agar penjualan tetap berjualan sepanjang tahun, sekarang kami pun menjual 30 an produk lainnya. Alhamdulillah awalnya kami memulai menjadi reseller dengan menjual produk 12 pcs saja, dan pada bulan ke 3 kami memberanikan diri menjadi agen, menjual 100an pcs produk. Dan sekarang Alhamdulillh wa syukurillah, kami masih menjadi agen beberapa merek produk. Sekarang telah memiliki reseller di Medan, Banda Aceh, Siantar, Padang, Pasaman Barat, Pekanbaru. Bersama ibu-ibu cerdas dan hebat kami mampu melaksanakan bisnis yang penuh manfaat.

FB Galeri HQ Medan
Fitria Ramadhani Sitorus Pane
Bbm 57623519
Sms/ WA 085761393193

Baca Juga:

Kisah Sukses Ibu Leony Pemilik Bukit Air Resto dan Azkasyah

(Visited 146 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*